Laskar KnKEI 2012

Laskar KnKEI adalah sebutan untuk anggota Departemen KnKEI SEF UGM. Orang - orang inilah yang berada di balik layar pelaksanaan program kerja selama KnKEI.

Laskar KnKEI 2011

Laskar KnKEI adalah sebutan untuk anggota Departemen KnKEI SEF UGM. Orang - orang inilah yang berada di balik layar pelaksanaan program kerja selama KnKEI.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

#Indonesia Tanpa Riba

Mari berjuang untuk Indonesia yang lebih baik

Kuliah non-Kurikuler Ekonomi Islam

Mari kita mengenal Ekonomi Islam lebih dekat ..

Senin, 19 November 2012

KuKIS 2012

KuKIS atau Kuliah Umum Ekonomi Islam merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan Kuliah non-Kurikuler Ekonomi Islam 2012.
Pembicara: Bapak Dahlan Siamat - Departemen keuangan Republik Indonesia
Tema: Surat Berharga Syariah Negara
Waktu: Sabtu, 24 November 2012 / Pukul: 08.00-11.30 WIB
Tempat: Auditorium Djarum, Pertamina Tower lt. 6 FEB UGM
Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur 1, Yogayakarta
Acara:
  • Sosialisasi Surat Berharga Syariah Negara 
  • Pengumuman dan pemberian hadiah untuk peserta KnKEI 2012 terbaik
  • Pembagian Sertifikat KnKEI 2012

Rabu, 07 November 2012

Happy Birthday


Selamat Ulang Tahun untuk  Muhammad Wendy Hidayat (Akuntansi/2010) 


Semoga panjang umur, sehat selalu, dan semua cita-citanya bisa tercapai.
Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin yaa Robbal alamin :)


@KnKEI_SEFUGM

Sabtu, 27 Oktober 2012

Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 H


Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah, semoga selalu dalam lindungan dan rahmat dari Allah SWT,.

aamiin ..


Rabu, 17 Oktober 2012

Selamat Datang Laskar KnKEI MUDA !!


Ekonomi Islam



Islam merupakan agama yang bersifat universal. Tak hanya mengatur kehidupan manusia dari sisi kerohaniannya saja, namun segi-segi kehidupan manusia yang lain pun menjadi objek yang turut diatur dalam agama Islam. Segala pengaturan segi-segi kehidupan manusia ini, mulai dari hal-hal yang sangat sederhana hingga yang bersifat kompleks tercantum dalam Al-Quran dan telah dicontohkan pula oleh tauladan kita Nabi Muhammad SAW. Ekonomi menjadi salah satu aspek penting dalam  kehidupan manusia yang diatur dalam Islam. Mulai dari tata cara pelaksanaan ekonomi menurut Islam, kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilarang Islam, serta masih banyak lagi permasalahan ekonomi lainnya.

Salah satu sistem ekonomi yang masih eksis hingga saat ini dan tak dipungkiri telah menjadi bagian dalam kehidupan umat manusia saat ini yakni sistem ekonomi konvensional. Menurut Dr. Muhammad Nafik HR sebagai salah seorang pengajar Ilmu Ekonomi Islam, ekonomi konvensional hanya memandang manusia dari sisi jasmaniyahnya saja, yakni bahwa manusia memiliki hasrat  untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari sumber yang terbatas. Karenanya, dalam ekonomi konvensional, kebutuhan manusia sangat mungkin dipenuhi dengan cara yang berlebihan untuk semaksimal mungkin mencapai kepuasan manusia (maximize utility) yang justru mendorong manusia serakah. Sementara aspek-aspek lain di luar jasmaniyah, seperti akal, hati, nafsu, dan jiwa / agama tidak menjadi perhatian dalam ekonomi konvensional. Yang dihasilkan kemudian hanyalah sekedar makhluk ekonomi yang timpang. 

Lalu, bagaimana ekonomi  menurut Islam?
Sebelum menelaah persoalan ini lebih jauh, ada baiknya jika terlebih dahulu memahami bagaimana ekonomi dalam Islam atau lebih dikenal dengan istilah “sistem ekonomi Islam”. Sistem ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang bersumber dari Al-quran, diatur berdasarkan aturan agama Islam, dan didasari dengan tauhid. Berdasar pada analisis yang dilakukan oleh para ahli ekonom, ekonomi Islam mampu mengatasi permasalahan ekonomi konvensional yang telah disebutkan sebelumnya,  karena tujuan ekonomi Islam tidak lain adalah kemaslahatan umat dengan memperhatikan maqashid syariah, baik dari sisi agama/keimanan (ad-din), jiwa (an-nafs), akal (al-aql), keturunan (an-nasl), dan harta benda (al-maal).

Berdasarkan opini Dr. Nafik, jika pada dekade terakhir ini sistem ekonomi Islam baru marak diperbincangkan oleh dunia, hal itu karena memang sistem ekonomi Islam lah yang mampu menjawab permasalahan ekonomi dunia dari dulu hingga sekarang. Hanya saja, ia pernah tenggelam dalam pertarungan sejarah ekonomi dunia sehingga yang kita kenal saat ini hanyalah sistem ekonomi konvensional yang diajarkan di banyak perguruan tinggi.

Pada dasarnya, Islam menganggap kekayaan di bumi ini sebagai  bentuk amanah dari Allah dan sudah semestinya digunakan dengan baik.  Oleh karena itu, Islam telah menyediakan sebuah sistem ekonomi yang sempurna di dalam mempergunakan sumber-sumber yang dikaruniakan oleh Allah dalam hal pemenuhan kebutuhan yang dikehendaki oleh setiap umat manusia.  Dengan tujuan yang paling utama yakni ibadah pada Allah ta'ala dan tercapainya kesejahteraan manusia.

Ayo belajar ekonomi Islam ... . .


Pembangunan Ekonomi dalam Perspektif Syariah

Oleh : Anindya Diah Mentari              
 
Saat menjalankan pembangunan ekonomi suatu negara, tentu saja aspek terpenting yang harus dimiliki ialah konsep yang digunakan. Setelah itu, diperlukan adanya pemberlakuan evaluasi terkait konsep yang digunakan tersebut. Pemberlakuan evaluasi ini dalam rangka mengoreksi sesuai atau tidaknya suatu konsep jika diberlakukan pada suatu negara tertentu. Jika suatu konsep yang tidak sesuai tetap dijalankan tentu saja justru akan membuat permasalahan yang dihadapi semakin kompleks. Sebaliknya, jika suatu negara yang menggunakan suatu konsep tertentu secara tepat, maka niscaya permasalahan yang dihadapi akan dapat teratasi dengan baik.
Jika melihat realitas yang terjadi, pelaksanaan pembangunan ekonomi di Indonesia nyatanya belum dapat memecahkan permasalahan-permasalahan yang terjadi. Sumber daya-sumber daya yang dimiliki belum sepenuhnya mendukung pembangunan ekonomi yang dilaksanakan. Oleh karena itu, diperlukan adanya inovasi terkait dengan konsep saat ini yang akan diganti dengan konsep baru, , dengan harapan dapat memberi dampak yang jauh lebih baik. Konsep sistem ekonomi Islam mungkin dapat menjadi salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan untuk diimplementasikan ataupun untuk menggantikan konsep pembangunan ekonomi yang sudah ada sebelumnnya.
Konsep sistem ekonomi Islam mengacu pada sistem syariah yang menjadi aturan agama Islam. Dalam pandangan ekonomi Islam, inti permasalahan ekonomi yang harus dipecahkan adalah permasalahan perolehan kegunaan. Permasalahan ini berasal dari pandangan kepemilikan, pengelolaan kepemilikan, dan distribusi kekayaan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup. Untuk memecahkan permasalahan ekonomi tersebut, an-Nabhani menggariskan perlunya hukum-hukum yang mengatur kepemilikan, pengelolaan kepemilikan, dan distribusi kekayaan (disebut juga tiga kaidah perekonomian), serta suatu politik ekonomi dalam rangka pemecahan permasalahan ekonomi. Politik ekonomi Islam merupakan pemecahan masalah utama yang dihadapi setiap orang sebagai manusia yang hidup dengan interaksi-interaksi tertentu, serta memungkinkan orang tersebut untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan gaya hidup tertentu yakni yang berlandaskan syariat Islam.

Perombakan-perombakan ulang kiranya perlu dilaksanakan dalam rangka mengatasi permasalahan-permasalahan ekonomi tersebut. Struktur pertama yang harus dirombak adalah struktur sistem kepemilikan. Pembagian sistem kepemilikan menjadi kepemilikan individu, kepemilikan negara, dan kepemilikan umum merupakan langkah pembentukan struktur ekonomi yang sangat penting. Struktur kedua yang harus dirombak adalah yang berkaitan dengan masalah pengembangan kekayaan atau investasi. Sistem ekonomi kapitalis menciptakan kegiatan ekonomi berbasis riba dan judi sehingga perbankan dan bursa saham menjadi poros ekonomi. Akibatnya, ekonomi didominasi sektor keuangan yang mempercepat tingkat ketimpangan. Struktur ketiga adalah terciptanya suatu kondisi dimana setiap warga negara dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Politik ekonomi Islam harus menjadi basis kebijakan ekonomi. Politik ekonomi Islam adalah politik yang menjamin setiap warga negara dapat memenuhi kebutuhan pokok dan mendorong mereka untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersiernya. Politik ini mencegah kebijakan negara yang pro pertumbuhan dan pemilik modal, serta anti rakyat sebagaimana yang terjadi di Indonesia saat ini.
Dengan menjalankan konsep sistem ekonomi Islam ini sebagai salah satu alternatif penyelesaian masalah yang ada, diharapkan mampu sedikit demi sedikit berkontribusi mengatasi masalah tersebut. Tentu pelaksanaan konsep sistem ini perlu peran penuh serta seimbang antara individu, pemerintah, serta pihak-pihak yang terkait.